Iklan Anda

crepictdgz

Jumat, 05 Januari 2018

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum'at

Keutamaan Surat Al Kahfi - Harta dan tahta tidak akan kita bawa mati, hanya amal dan ilmu yang sudah kita perbuat selama hidup yang akan menjadi timbangan akan menuju ke neraka apa surga kita nantinya. maka dari itu sudah seharusnya kita sebagai umat muslim tidak terlena akan dunia yang hanya sementara ini, karena kehidupan sebenarnya yang kekal abadi adalah saat kita meninggal kelak. dalam upaya mencari ridha allah, kita bisa mulai membaca surat-surat alquran dengan rutin. ada banyak amalan ayat alquran yang memiliki keutamaan-keutamaan didalamnya jika kita mau mengamalkannya setiap hari. salah satu amalan yang memiliki banyak keutamaan adalah membaca ayat suci alquran surat al kahfi. apa saja keutamaan dan kelebihan surat al kahfi ? mari kita bahas lebih dalam lagi.

Surat al kahfi atau yang sering juga disebut dengan nama ashabul kahf memiliki 110 ayat dimana intinya bercerita tentang beberapa pemuda yang tidur di dalam gua selama berahun tahun. tidak hanya itu saja, di dalam ayat ini juga mengandung berbagai macam pelajaran yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia terutama kita sebagai umat muslim. kita semua tahu, bahwa hari jumat adalah hari yang diistemewakan. bahkan dalam hadist disebutkan bahwa hari jumat lebih istimewa dibanding hari raya idul fitri dan idul adha. salah sau amalan yang istimewa jika dilakukan pada harijumat adalah membaca surat al kahfi. apa saja keutamaan surat al kahfi jika dibaca pada hari jumat ? silahkan baca selengkapnya dibawah ini :

Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum'at




1. Melindungi Diri dari Dajjal dan Segala Fitnahnya

Dalam beberapa hadits yang ada, dajjal digambarkan sebagai seburuk-buruknya makhluk yang ada. ada yang mengatakan bahwa dia adalah sebuah makhluk yang memiliki tulisan “Kaf Fa Ro” yang artinya “Kafir”. ada juga yang mriwayatkan dajjal bermata satu dengan kulit warna merah, ada yang meriwayatkan dia berbadan besar dan akan muncul dari Segitiga Bermuda. kelak akan sedikit dari kita yang selamat dari fitnah dajjal baik ketika masa datangnya dajjal maupun saat ini, yaitu menjelang masa datangnya dajjal.

Nah, salah satu keutamaan dan manfaat dari membaca surat Al-Kahfi setiap hari Jumat atau malam Jumat salah satunya adalah menghindarkan kita dari fitnah keji Dajjal tersebut.Karena fitnah Dajjal sangat kejam, dan dapat membawa kita kepada kesesatan dan neraka Jahanam.
Hal tersebut diperkuat dengan hadits berikut ini, “Barang siapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jumat, maka Dajjal tidak bisa memudharatkannya.” (HR Dailami).

2. Mendapatkan Cahaya Penerang dari Allah SWT

Yang membuat hidup kita penuh keberkahan dan ketentraman adalah ketika kita mendapatkan ridho dari allah swt atas apa-apa yang sudah kita perbuat di muka bumi ini. dengan mendapat ridho dari Allah, maka hati kita akan merasa damai dan tentram dalam menjalani hidup ini. salah satu kelebihan dan keutamaan jika kita membaca surat al kahfi di malam jumat atau hari jumat salah satunya adalah Allah selalu melindungi hidup kita dengan cahaya keberkahan dan petunjuk dalam kehidupan ini. Sehingga walaupun ujian dan cobaan datang, kita tetap sabar dan kuat menghadapinya.

Dalam sebuah hadits diriwayatkan, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi, maka jadilah baginya cahaya dari kepala hingga kakinya, dan siapa yang membaca keseluruhannya maka jadilah baginya cahaya antara langit dan bumi.” (HR Ahmad).

3. Mendapatkan Ampunan dari Allah SWT

Semua manusia pasti tidak luput dari sekecil apapun itu kesalahan. tantangan kita sebagai umat muslim yang berat adalah saat dimana kita melakukan dosa. begitulah lihainya setan dalam menjebak manusia untuk berdosa kepada Allah agar mereka kelak mendapat teman-teman di neraka Jahanam. Na’udzubillah. untuk itulah kita sebagai umat muslim yang taat harus senantiasa bertaubat agar Allah mengampuni dosa-dosa kita dan tidak memasukkannya ke neraka Jahanam, seburuk-buruk tempat kembali di akhirat kelak.

Salah satu waktu yang paling baik saat memohon ampunan kepada Allah adalah di hari Jumat, dengan taubatan nasuha yang tulus, serta membaca surat Al Kahfi.

Dalam sebuah riwayat Dari Abu Sa’id al-Khudri ra., dari Ibnu Umar ra., “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua Jum’at.’”.

4. Menghindarkan Kita dari Gangguan Setan

Setan dengan segala tipu dayanya bisa mmebuat kita masuk dalam jurang dosa. salah satu keutamaan membaca surat al kahfi di hari jumat adalah kita akan terhindar dari sekecil apapun gangguan setan yang bisa menyesatkan kita.

Diriwayatkan dari Ibnu Mardawaih dari Abdullah bin Mughaffal, bahwa sebuah rumah yang dibacakan surat Al-Khafi dan surat Al-Baqarah tidak akan dimasuki setan sepanjang malam itu.

5. Menerangi di Hari Kiamat

Abdullah bin Umar ra berkata: Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.”


Itulah dia kelebihan beserta keutamaan surat al kahfi jika kita membacanya pada malam jumat maupun hari jumat yang akan kita dapat. kita sebagai manusia tentu hanya bisa berusaha sebaik dan sebanyak mungkin dalam mencari amal untuk mendapatkan rido dari allah swt, agar kelak jika kita nanti kembali padaNYA ditempakan pada tempat yang sebaik-baiknya tempat.

Selasa, 12 September 2017

Niat, Doa, Tata Cara dan Keutamaan Sholat Dhuha

Keutamaan Sholat Dhuha - Allah menciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepadaNya. hal tersebut tertuang dalam al quaran. Kita diwajibkan untuk menunaikan sholat 5 waktu yang hukumnya adalah fardhu. disamping itu banyak sholat sholat sunnah yang bisa kita kerjakan, sebagaimana amalan tersebut bisa membantu meningkatkan keimanan kita. salah satu sholat sunnah yang bisa kita tunaikan setiap hari adalah Sholat Dhuha. Kita bsa mengerjakan sholat sunnah tersebut pada seperempat siang. Sholat Dhuha adalah sholat sunnah yang istimewa. banyak sekali manfaat dan Keutamaan Sholat Dhuha untuk kehidupan kita ini. Disamping manfaat memperkuat imaan kita, sholat dhuha juga bermanfaat untuk kesehatan kita, dimana sholat tersebut kita laksanakan setiap pagi, disamping sebagai olah raga untuk diri kita, yang utama adalah kita mendapatkan pahalanya. Keutaaman Sholat Dhuha yamg lainnya adalah sebagai pembuka pintu rejeki kita, dan segala macam hajat hidup kita. apabila kita rutin menunaikan sholat dhuha, insyaAllah rejeki kita akan dilancarkan.


Sholat Dhuha baiknya dilakukan pada saat terbentangnya matahari sampai condong ke barat, tetapi lebih afdol jika dilakukan pada seperempat siang. sebagaimana Sabda Nabi SAW, sebagai berikut ;

أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنَ الضُّحَى فَقَالَ أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلاَةَ فِى غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ. إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ


Bahwasanya Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan shalat Dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Shalat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’” (HR. Muslim)

Tata cara Sholat Dhuha dikerjakan dua rakaat salam, dua rakaat salam. Nabi SAW dulu mengerjakan sholat dhuha minimal empat rakaat. Para ulama tidak membatasi jumlah rakaat Sholat Dhuha tersebut bagi yang mengerjakaannya, bahkan ada yang mengerjakan sampai habis waktunya sholat dhuha tersebut.

عَنْ أُمِّ هَانِئٍ بِنْتِ أَبِى طَالِبٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ الْفَتْحِ صَلَّى سُبْحَةَ الضُّحَى ثَمَانِىَ رَكَعَاتٍ يُسَلِّمُ مِنْ كُلِّ رَكْعَتَيْنِ

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak delapan rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam (HR. Abu Dawud; shahih).

Adapun niat Sholat Dhuha adalah sebagai berikut :

اُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى


Usholli sunnatad dhuhaa rok'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.
Aku niat melakukan shalat sunat dhuha 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta'ala.

Bacaan surat surat pendek yang di baca pada saat mengerjakan Sholat Dhuha bisa anda baca surat yang anda hapal, tetapi banyak ulama menganjurkan untuk membaca surat As Syamsi pada rakaat pertama, lalu surat Ad Dhuha pada rakaat kedua. pendapat yang sama kuatnya diutarakan oleh ulama lainnya adalah, membaca surat Al Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al Ikhlas pada rakaat kedua. dari pendapat pendapat tersebut, para ulama sepakat untuk menganjurkan membaca surat As Syamsy pada rakaat pertama dan surat Al Kfirun pada rakaat kedua dalam dua rakaat pertama. lalu pada dua rakaat selanjutnya, mwmbaca surat Ad Dhuha pada rakaat pertama, dan surat Al Ikhlas di rakaat kedua.

Tata cara Sholat Dhuha :

  1. Niat
  2. Takbiratul ikram, lebih baik jika diikuti dengan doa iftitah
  3. Membaca surat Al Fatihah
  4. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Asy Syams atau lainnya.
  5. Ruku’ dengan tuma’ninah
  6. I’tidal dengan tuma’ninah
  7. Sujud dengan tuma’ninah
  8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  9. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  10. Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  11. Membaca surat Al Fatihah
  12. Membaca surat atau ayat Al Qur’an. Bisa surat Adh Dhuha atau lainnya.
  13. Ruku’ dengan tuma’ninah
  14. I’tidal dengan tuma’ninah
  15. Sujud dengan tuma’ninah
  16. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  17. Sujud kedua dengan tuma’ninah
  18. Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  19. Salam

Doa Sholat Dhuha


Do’a Shalat Dhuha bahasa Arab :

Berikut ini merupakan bacaan doa sholat dhuha dalam bahasa arab

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ


“Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.


Doa setelah sholat dhuha


اَللّهُمَّ اِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَائُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللّهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَاءِ فَاَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَاَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسِّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ اَتِنِى مَااَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ



ALLAAHUMMA INNADH DHUHAA-A DHUHAA-UKA, WAL BAHAA-A BAHAA-UKA, WAL JAMAALA JAMAALUKA, WAL QUWWATA QUWWATUKA, WAL QUDRATA QUDRATUKA, WAL 'ISHMATA 'ISHMATUKA. ALLAAHUMA INKAANA RIZQII FIS SAMMA-I FA ANZILHU, WA INKAANA FIL ARDHI FA-AKHRIJHU, WA INKAANA MU’ASSARAN FAYASSIRHU, WAINKAANA HARAAMAN FATHAHHIRHU, WA INKAANA BA’IIDAN FA QARRIBHU, BIHAQQI DUHAA-IKA WA BAHAA-IKA, WA JAMAALIKA WA QUWWATIKA WA QUDRATIKA, AATINII MAA ATAITA ‘IBAADAKASH SHAALIHIIN.

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi, maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh.”

Keutamaan Sholat Dhuha


Sholat Dhuha dikerjakaan semua orang yang berihtiar kepada Allah SWT agar jalan rejeki mereka di dunia dilancarkan dan segala hajat hidupnya di kabulkan oleh Allah SWT. Selain hal tersebut Keutamaan Sholat Dhuha yang lainnya adalah sebagai berikut :

  1. Orang yang mengerjakan shalat Dhuha selalu berada dalam penjagaan dan perlindungan dari Allah sepanjang hari
  2. Dosa-dosanya dihapuskan
  3. Terjaga dari perbuatan-perbuatan buruk
  4. Dimasukkan ke dalam golongan muhsinîn (orang-orang berbuat ihsan), ahli ibadah dan menjadi golongan yang beruntung; dibangunkan rumah di dalam surge
  5. Memperoleh pahala seperti pahala menunaikan haji dan umrah; serta sepadan dengan sedekah 360 kali. Pahadal sedekah ini menjadi kewajiban setiap ruas tubuh manusia setiap harinya.


Fadhilah Sholat Dhuha


Hadist berbicara mengenai keutamaan shalat Dhuha, di antaranya adalah sebagai berikut:


أَبِيْ ذَرٍّ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى .



“Diriwayatkan dari Abu Dzar a dari Nabi n bahwa Beliau bersabda, ‘Setiap ruas tubuh masing-masing dari kalian setiap harinya memiliki kewajiban untuk bersedekah. Setiap tasbih (memahasucikan Allah) adalah sedekah; setiap tahmid (memuji Allah) adalah sedekah; setiap tahlil (membaca lâ ilaha illallâh) adalah sedekah; setiap takbir (memahabesarkan Allah) adalah sedekah; memerintahkan kemakrufan adalah sedekah dan mencegah kemunkaran adalah sedekah. Namun itu semua dapat diganti dengan dua rakaat yang dikerjakan oleh seseorang dari waktu dhuha (mengerjakan shalat Dhuha)’.” (HR. Muslim)


بُرَيْدَةَ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : فِي الْإِنْسَانِ سِتُّوْنَ وَثَلَاثُ مِائَةِ مَفْصِلٍ فَعَلَيْهِ أَنْ يَتَصَدَّقَ عَنْ كُلِّ مَفْصِلٍ مِنْهَا صَدَقَةً . قَالُوْا : فَمَنْ الَّذِيْ يُطِيْقُ ذَلِكَ يَا رَسُوْلَ اللَّهِ ؟ قَالَ : النُّخَاعَةُ فِي الْمَسْجِدِ تَدْفِنُهَا أَوْ الشَّيْءُ تُنَحِّيْهِ عَنِ الطَّرِيْقِ فَإِنْ لَمْ تَقْدِرْ فَرَكْعَتَا الضُّحَى تُجْزِئُ عَنْكَ .



“Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”


أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : أَوْصَانِيْ خَلِيْلِيْ بِثَلَاثٍ لَا أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوْتَ صَوْمِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَصَلَاةِ الضُّحَى وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ .



“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan shalat witir’.” (HR. Bukhari)


أَبِيْ سَعِيْدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ : كَانَ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى حَتَّى نَقُوْلَ لَا يَدَعُهَا وَيَدَعُهَا حَتَّى نَقُوْلَ لَا يُصَلِّيْهَا



“Diriwayatkan dari Abu Sa‘id Al-Khudri bahwa ia berkata, ‘Adalah Rasulullah n mengerjakan shalat Dhuha sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah meninggalkannya. Namun ternyata Beliau pun pernah meninggalkannya sehingga kami katakan bahwa Beliau tidak pernah mengerjakannya’.” (HR. Tirmidzi dan dinilai hasan olehnya)


نُعَيْمِ بْنِ هَمَّارٍ قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : يَا ابْنَ آدَمَ لَا تُعْجِزْنِيْ مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ فِيْ أَوَّلِ نَهَارِكَ أَكْفِكَ آخِرَهُ .



“Diriwayatkan dari Nu‘aim bin Hammar a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah n bersabda, ‘Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu merasa lemah (kehilangan kesempatan) untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan shalat empat rakaat di awal waktu siangmu, niscaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu’.” (HR. Abu Dawud)


Yang dimaksud dengan ‘mencukupkan’ adalah melindunginya dari segala bencana dan kejadian yang merugikan. Bisa juga yang dimaksud adalah menjaganya dari dosa-dosa dan memberikan maaf kepadanya manakala ia sudah telanjur melakukan dosa, atau dengan pengertian yang lebih luas lagi.

Ini adalah penjelasan dari Imam Suyuthi dan Imam Syaukani.
Diriwayatkan dari Anas secara marfu‘, “Barangsiapa mengerjakan shalat Dhuha sebanyak dua belas rakaat, maka Allah f akan membangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.”


أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةِ الضُّحَى غُفِرَ لَهُ ذُنُوْبُهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ .


“Diriwayatkan dari Abu Hurairah a bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Barangsiapa memelihara pelaksanaan shalat Dhuha yang genap jumlah rakaatnya, maka diampunilah dosa-dosanya, sekalipun banyaknya laksana buih lautan’.” (HR. Tirmidzi)


عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ أَنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُوْلُ : يَا ابْنَ آدَمَ اكْفِنِيْ أَوَّلَ النَّهَارِ بِأَرْبَعِ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ .


“Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir Al-Juhani bahwa Rasulullah n bersabda, ‘Sesungguhnya Allah f berfirman, ‘Wahai anak Adam (manusia), cukupkan untuk-Ku di awal waktu siang (dhuha) dengan mengerjakan shalat empat rakaat, niscaya Aku cukupkan untukmu dengannya pada akhir harimu’.” (Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Ya‘la)

Selain yang sudah disebutkan diatas, Kutamaan Sholat Dhuha bagi kita semua adalah :

1. Pahala mengerjakannya seperti bersedekah ; barang siapa yang mengerjakaan sholat dhuha dengan tawadhu dan ikhlas beribadah kepada Allah maka pahalanya sama seperti bersedekah. sedekah disini bukan hanya tentang sedekah materi atau harta benda, tapi sedekah yang dirsakan paa persedian dan otot tbuh kita, agar kita selalu menerima nikmat sehat dari Allah SWT.

2. Dicukupkan segala kebutuhannya oleh Allah SWT ; bagi orang yang mengerjakaan Sholat Dhuha pada awal hari, maka Allah akan mencukupkan rejekinya sampai akhir hari tersebut. Janji Allah kepada umatnya yang beriman dan mengerjakaan sholat dhuha pada awal hari aalah dicukupi kebutuhannya hingga akhir hari. maka bagi kita yang merasa rejekinya kurang, hendaklah kita mengerjakan sholat sunnah ini.

3. Dijanjikan oleh Allah mendapat rumah di surga ;Orang yang selalu bersedia meluangkan waktunya untuk melaksanakan shalat Dhuha 12 rekaat di awal hari akan dijanjikan ganjaran oleh Allah berupa sebuah rumah indah yang terbuat dari emas kelak diakhirat. Hal ini menurut Anas Bin Malik yang mendengar bahwa Rasulullah sawbersabda :

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)

4. Mendapatkan pahala haji dan umrah ; tidak bisa dipungkiri seluruh umat islam mendambakan untuk menunaikan rukun islam yang kelima ini, yaitu naik haji. tetapi tidak semua orang bisa menunaikan ibadah haji maupun umrah. bagi yang idak mampu karena kendala finansial, hendaklah jangan berputus asa. dengan mengerjakan shalat dhuha setiap hari, insyaAllah kita mendapatkan pahala seperti orang yang beribadah haji maupun umrah.

5. Menggugurkan dosa ;Shalat Dhuha akan menggugurkan dosa-dosa orang yang rutin melakukan ibadah shalat dhuha meskipun dosanya itu sebanyak buih di lautan. Berikut hadist yang memperkuat hal ini. Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda,

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)


Nah, demikianlah ulasan kita pada hari ini tentang, doa, tata cara, keutamaan dan fadhilah dari mengerjakan sholat dhuha. semoga kita semua selalu mendapatkan ridho atas segala perbuatan yang kita lakukan, agar kelak di akhirat nanti kita semua mendapatkan tempat sebaik baiknya tempat disisiNya, aamiin...

Sabtu, 02 September 2017

Keutamaan Membaca Surat Al Waqiah 3x Sehari

Keutamaan Surat Al Waqiah - Al quran adalah pedoman hidup bagi umat islam. di dalam nya ada surat surat dari sang maha kuasa untuk semua hambaNya yang beriman. maka dari itu, kita sebagai hamba yang beriman dan bertaqwa hendaklah patuh dan taat akan segala perintahNya. diantaranya adalah dengan membaca al quran. selain sebagai bentuk ibadah kita, membaca al quran juga mempunyai berbagai macam manfaatnya. salah satu surat yang ada dalam al quran adalah Surat Al Waqiah. jika kita membaca surat Al Waqiah setiap hari, percayalah banyak keutamaan dan manfaat yang bisa kita pelajari dan kita ambil dari surat tersebut. kita sebagai hambaNya percaya, membaca Surat Al Waqiah rutin setiap hari dan kita amalkan pada perbuatan kita dikehidupan sehari hari, insyaAllah jalan rejeki kita akan di lancarkan oleh Nya.


Pada hakikatnya, membaca al quran adalah rejeki besar bagi seluruh umat islam. Rejeki tidak hanya melulu soal uang dan harta benda. ketenangan hati yang di dapat dari membaca al quran adalah salah satu rejeki yang bisa kita nikmati dan syukuri setiap hari. tetapi, kita sebagai manusia, kita juga mempunyai kebutuhan jasmani yang harus kita cukupi. maka dari itu Allah menyuruh kita untuk bekerja. disamping dengan ihtiar bekerja, kita juga di perintahkan untuk beribadah. membaca surat Al Waqiah setiap hari akan mendatangkan banyak manfaat dan keutamaan bagi kita semua. Apalagi membaca surat Al Waqiah tersebut bisa melancarkan jalan rejeki kita.

Keutamaan membaca surat Al Waqiah di utamakan dibaca ba'da subuh dan ba'da ashar. apa manfaat nya jika kita membaca surat Al Waqiah? surat Al Waqiah adalah surat al quran yang wajib dibaca oleh siapapun yang ingin kaya dan di berikan rejeki yang berlimpah. mengapa harus surat Al Waqiah, mengapa bukan surat yang lain. jika kita mentadzaburi isi kandungan yang terdapat dalam surat Al Waqiah, tidak hanya tentang rejeki yang ditanggung oleh Allah SWT untuk hambaNya yang bertaqwa yang di utarakan di surat tersebut. tetapi surat Al Waqiah juga mengajarkan tentang tauhid kepada seluruh muslim. percaya hanya kepada Allah SWT, maka kita akan termasuk dalam golangan orang orang mukmin. untuk lebih jelasnya, apa saja keutamaan surat Al Waqiah tersebut.  berikut ini kita akan bahas beberapa keutamaan surat Al Waqiah :


Keutamaan membaca surat Al Waqiah




1. Rasulullah SAW bersabda ; barang siapa yang mengamalkan surat Al Waqiah setiap hari, maka dia akan terhundar dari kekafiran.

2. Rasulullah SAW bersabda ; barang siapa yang membaca surat tersebut setiap hari serta mengamalkan nya, maka dia tidak akan ditimpa kemiskinan dan kesusahanuntuk selama lamanya. ( hadits yang diriwayatkan oleh baihaqi dan ibnu mas'ud r.a)

3. Imam Jafar As Shidiq berkata ; barang siapa yang rajin membaca surat tersebut pada malam jumat, dia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia, serta tidak akan melihat kesusahan serta kemiskinan, dan juga tidak akan tertimpa kekafiran, serta penyakit dunia. surat ini merupakan bagian dari amirul mukminin, yang bagi beliau mempunyai keistimewaan yang tidak tertandingi.

4. Nabi SAW bersabda ; barang siapa yang membacanya setiap hari maka tidak akan tertimpa kekafiran, kesusahan, kemiskinan selama lamanya. karena merupakan surah kekeyaan, maka ajarkanlah kepada istri dan anak anak mu.

5. Ubay bin Ka'b berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda ; bagi siapa yang mengamalkan nya maka dia tidak tidak termasuk dalam golongan orang orang yang lalai. ( dari tafsir Nur Atsaqalayn)

6. Abdullah bin Mas'ud berkata bahwa Nabi SAW bersabda ; barang siapa yang membacanya dan mengamalkannya, maka ia tidak akan tertimpa kekafiran selama lamanya. ( dari tafsir Nur Atsaqalany)

7. Ad Dailamy dari Anas berkata bahwa Nabi SAW bersabda ; surat Al Waqiah adalah surath kekeyaan, maka bacalah setiap hari serta ajarkan kepada anak anakmu.

8. Imam Jafar As Shidiq berkata, barang siapa yang merindukan surga serta sifat sifat nya,  maka bacalah surat ini, dan barang siapa yang ingin melihat sifat sifat dai neraka, maka bacalah surat As Sajadah. ( Tsawabul 'amal halaman 117)

9. Imam Muhammad Al Baqir berkata ; barang siapayang membacanya sebelum tidur, maka ia akan bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama. ( tsawabul 'amal halaman 117)

10. Apabila dibaca minimal 14 kali secara rutin setelah selesai halat ashar, maka mereka akan memperoleh kekeyaan yang melimpah.

11. Apabila membaca surat ini sebanyak 41 kali setiap harinya, maka segala hajat yang berkaitan tentang rejeki akan di kabulkan dan ditunaikan.

12. Apabila dibaca sebanyak 40 kali pada setiap malam hari dalam waktu 40 hari berturut turut, maka niscaya rejeki akan mengalir deras.

Selain keutamaan yang sudah disebutkan diatas, membaca surat Al Waqiah juga memiliki berbagai manfaat bagi kita semua terutama bagi para wanita, membacanya bagi wanita meupakan amalan terbaik agar terhidar dari kemudaratan kekafiran. Hal ini tertulis dalam hadits rasulullah SAW. Selain hal tersebut, ada manfaat lain yang terkandung dalam surat Al Waqiah, diantaranya :
  • Dengan membaca surat al-waqiah di samping mayat atau orang yang sedang mengalami sakaratul maut maka akan membantu ruh keluar dari jasad lebih cepat. Jika dibacakan di samping orang yang sedang sakit maka niscaya akan segera diberikan kesembuhan dan bila dibacakan di samping orang yang sedang bersalin atau melahirkan maka akan segera diberi kemudahan oleh Allah swt.
  • Barang siapa yang membaca surah al-waqiah selama 40 hari dan 40 malam maka selama itu pula rejeki akan megalir deras dari berbagai penjuru.
  • Untuk mendapatkan rejeki yang sangat banyak dari Allah swt maka bisa dengan melakukan amalan berpuasa selama seminggu yang dimulai dari hari jumat. Setiap selesai melakasanakan sholat fardhu bacalah 25 kali surat al-waqiah hingga hari jumat berikutnya. Pada malam jumat berikutnya setelah menunaikan solat magrib bacalah 25 kali surat al-waqiah, dan setelah selesai solat isya untuk membaca surat al-waqiah sebanyak 125 kali dilanjutkan dengan membaca solawat nabi sebanyak 1000 kali. Kemudian perbanyaklah sedekah dan tetap membaca al-waqiah setiap pagi dan malam hari. Dengan melakukan amalan tersebut niscaya rezeki akan datang dengan derasnya bak air bah bagi anda.
  • Amalan lain yang bisa anda lakukan adalah dengan berpuasa selama seminggu dimulai pada hari jumat dan berakhir pada hari kamis. Puasa yang dilakukan adalah dengan puasa yang tidak memakan makhluk bernyata seperti binatang melainkan hanya makan sayur, buah dan biji-bijian saja. pada saat melakukan puasa juga setelah melakukan solat fardhu dianjurkan untuk membaca surat al-waqiah selama 25 kali dan solawat nabi sebanyak 1000 kali. Dengan amalan ini in sya allah anda akan terhindarikan dari kemiskinan seumur hidup anda.


Demikianlah pembahasan kita pada hari ini, tentang berbagai macam manfaat, serta keutamaan membaca surat Al Waqiah dalam kehidupan kita sehari hari.

Bacaan Surat Ar-Rahman dan Artinya

Surat Ar-Rahman dan Artinya disertai dengan terjemahan bahasa indonesia bisa anda baca disini. surat ar rahman yang berarti Yang Maha Pemurah adalah salah surat yang ada di dalam alquran yang terdiri dari 78 ayat urutan ke 55. seperti surat yasin, surat ar rahman termasuk ke dalam surat makkiyah. di dalam surat ini banyak berisi tentang kepemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Jika kita cermati lebih dalam lagi isi beserta kandungan yang ada pada surat ar rahman, maka kita akan menemukan sekitar 40% lebih ayat yang sama. dimana ayat tersebut merupakan sebuah sindirian kepada jin dan manusia yang sedikit bahkan tidak sama sekali bersyukur kepada Dzat Yang Menciptakan mereka semua. Akan tetapi dengan sifat-Nya Yang Maha Pengasih, Allah tetap memberi nikmat (di dunia) tersebut kepada kita semua. ada banyak manfaat dan keutamaan jika kita membaca surat ini secara rutin. apa saja keutamaan surat ar rahman ? dan apa saja manfaat dari membaca surat ini ?

Manfaat Membaca Surat Ar Rahman :

  • Mengingatkan diri kita kepada sifat Ar-Rahman milik Allah, yaitu Maha Pengasih. Allah senantiasa mengurus kebutuhan makhluk-makhluk yang walaupun mereka seringkali lupa kepada-Nya.
  • Memberi tahu serta mengingatkan bahwa selain kita, terdapat makhluk Allah lainnya yang juga diberikan kewajiban untuk beribadah kepada Allah, yaitu golongan jin.
  • Memberikan motivasi berharga kepada kita agar supaya terus bersemangat beribadah kepada Allah, karena balasan bagi orang yang berbuat kebaikan tidak lain hanyalah kebaikan pula, yakni surga yang penuh dengan kenikmatan.
  • Mengingatkan kepada kita agar tidak kufur nikmat. Yaitu melupakan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah, bahkan cenderung merasa apa yang ia dapat sekarang hanyalah hasil dari usahanya sendiri. Dan inilah sepertinya pesan yang paling ditekankan dalam surat Ar-Rahman.


Setelah kita sedikit mengerti tentang isi, kandungan dan manfaat yang kita dapat dari membaca surat ar rahman. langsung saja kita baca surat ar rahman yang ada dibawah ini yang sudah admin lengkapi deengan arti dan terjemahan bahasa indonesianya :



Bismillāhir rahmānir rahīm

الرَّحْمَنُ ﴿١﴾
55/Ar-Rahman-1: Alrrahmanu
(Tuhan) Yang Maha Pemurah, (1)
عَلَّمَ الْقُرْآنَ ﴿٢﴾
55/Ar-Rahman-2: AAallama alqurana
Yang telah mengajarkan al Quran. (2)
خَلَقَ الْإِنسَانَ ﴿٣﴾
55/Ar-Rahman-3: Khalaqa alinsana
Dia menciptakan manusia. (3)
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ﴿٤﴾
55/Ar-Rahman-4: AAallamahu albayana
Mengajarnya pandai berbicara. (4)
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ ﴿٥﴾
55/Ar-Rahman-5: Alshshamsu waalqamaru bihusbanin
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (5)
وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ﴿٦﴾
55/Ar-Rahman-6: Waalnnajmu waalshshajaru yasjudani
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (6)
وَالسَّمَاء رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ ﴿٧﴾
55/Ar-Rahman-7: Waalssamaa rafaAAaha wawadaAAa almeezana
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (7)
أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ ﴿٨﴾
55/Ar-Rahman-8: Alla tatghaw fee almeezani
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (8)
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ﴿٩﴾
55/Ar-Rahman-9: Waaqeemoo alwazna bialqisti wala tukhsiroo almeezana
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (9)
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾
55/Ar-Rahman-10: Waalarda wadaAAaha lilanami
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). (10)
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾
55/Ar-Rahman-11: Feeha fakihatun waalnnakhlu thatu alakmami
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (11)
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ ﴿١٢﴾
55/Ar-Rahman-12: Waalhabbu thoo alAAasfi waalrrayhani
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (12)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾
55/Ar-Rahman-13: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ﴿١٤﴾
55/Ar-Rahman-14: Khalaqa alinsana min salsalin kaalfakhkhari
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (14)
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ ﴿١٥﴾
55/Ar-Rahman-15: Wakhalaqa aljanna min marijin min narin
dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (15)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٦﴾
55/Ar-Rahman-16: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (16)
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ ﴿١٧﴾
55/Ar-Rahman-17: Rabbu almashriqayni warabbu almaghribayni
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (17)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٨﴾
55/Ar-Rahman-18: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (18)
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ ﴿١٩﴾
55/Ar-Rahman-19: Maraja albahrayni yaltaqiyani
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (19)
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ ﴿٢٠﴾
55/Ar-Rahman-20: Baynahuma barzakhun la yabghiyani
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. (20)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢١﴾
55/Ar-Rahman-21: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (21)
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ ﴿٢٢﴾
55/Ar-Rahman-22: Yakhruju minhuma alluluo waalmarjanu
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (22)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٣﴾
55/Ar-Rahman-23: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (23)
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ ﴿٢٤﴾
55/Ar-Rahman-24: Walahu aljawari almunshaatu fee albahri kaalaAAlami
Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. (24)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٥﴾
55/Ar-Rahman-25: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (25)
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾
55/Ar-Rahman-26: Kullu man AAalayha fanin
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (26)
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾
55/Ar-Rahman-27: Wayabqa wajhu rabbika thoo aljalali waalikrami
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (27)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٨﴾
55/Ar-Rahman-28: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (28)
يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ﴿٢٩﴾
55/Ar-Rahman-29: Yasaluhu man fee alssamawati waalardi kulla yawmin huwa fee shanin
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (29)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٠﴾
55/Ar-Rahman-30: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? (30)
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلَانِ ﴿٣١﴾
55/Ar-Rahman-31: Sanafrughu lakum ayyuha alththaqalani
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. (31)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٢﴾
55/Ar-Rahman-32: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (32)
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾
55/Ar-Rahman-33: Ya maAAshara aljinni waalinsi ini istataAAtum an tanfuthoo min aqtari alssamawati waalardi faonfuthoo la tanfuthoona illa bisultanin
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (33)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾
55/Ar-Rahman-34: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (34)
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
55/Ar-Rahman-35: Yursalu AAalaykuma shuwathun min narin wanuhasun fala tantasirani
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). (35)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٦﴾
55/Ar-Rahman-36: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (36)
فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاء فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ ﴿٣٧﴾
55/Ar-Rahman-37: Faitha inshaqqati alssamao fakanat wardatan kaalddihani
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (37)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٨﴾
55/Ar-Rahman-38: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (38)
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْأَلُ عَن ذَنبِهِ إِنسٌ وَلَا جَانٌّ ﴿٣٩﴾
55/Ar-Rahman-39: Fayawmaithin la yusalu AAan thanbihi insun wala jannun
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (39)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٠﴾
55/Ar-Rahman-40: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (40)
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ ﴿٤١﴾
55/Ar-Rahman-41: YuAArafu almujrimoona biseemahum fayukhathu bialnnawasee waalaqdami
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. (41)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٢﴾
55/Ar-Rahman-42: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (42)
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ ﴿٤٣﴾
55/Ar-Rahman-43: Hathihi jahannamu allatee yukaththibu biha almujrimoona
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. (43)
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ ﴿٤٤﴾
55/Ar-Rahman-44: Yatoofoona baynaha wabayna hameemin anin
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya. (44)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٥﴾
55/Ar-Rahman-45: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (45)
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾
55/Ar-Rahman-46: Waliman khafa maqama rabbihi jannatani
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (46)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾
55/Ar-Rahman-47: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, (47)
ذَوَاتَا أَفْنَانٍ ﴿٤٨﴾
55/Ar-Rahman-48: Thawata afnanin
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (48)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٩﴾
55/Ar-Rahman-49: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (49)
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ ﴿٥٠﴾
55/Ar-Rahman-50: Feehima AAaynani tajriyani
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir (50)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥١﴾
55/Ar-Rahman-51: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (51)
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ ﴿٥٢﴾
55/Ar-Rahman-52: Feehima min kulli fakihatin zawjani
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. (52)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٣﴾
55/Ar-Rahman-53: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (53)
مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ ﴿٥٤﴾
55/Ar-Rahman-54: Muttakieena AAala furushin batainuha min istabraqin wajana aljannatayni danin
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. (54)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٥﴾
55/Ar-Rahman-55: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (55)
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ ﴿٥٦﴾
55/Ar-Rahman-56: Feehinna qasiratu alttarfi lam yatmithhunna insun qablahum wala jannun
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (56)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٧﴾
55/Ar-Rahman-57: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (57)
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ ﴿٥٨﴾
55/Ar-Rahman-58: Kaannahunna alyaqootu waalmarjanu
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (58)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٩﴾
55/Ar-Rahman-59: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (59)
هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ﴿٦٠﴾
55/Ar-Rahman-60: Hal jazao alihsani illa alihsanu
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (60)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦١﴾
55/Ar-Rahman-61: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (61)
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ ﴿٦٢﴾
55/Ar-Rahman-62: Wamin doonihima jannatani
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (62)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٣﴾
55/Ar-Rahman-63: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (63)
مُدْهَامَّتَانِ ﴿٦٤﴾
55/Ar-Rahman-64: Mudhammatani
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (64)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٥﴾
55/Ar-Rahman-65: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (65)
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ ﴿٦٦﴾
55/Ar-Rahman-66: Feehima AAaynani naddakhatani
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. (66)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٧﴾
55/Ar-Rahman-67: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (67)
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ ﴿٦٨﴾
55/Ar-Rahman-68: Feehima fakihatun wanakhlun warummanun
Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (68)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٩﴾
55/Ar-Rahman-69: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (69)
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ ﴿٧٠﴾
55/Ar-Rahman-70: Feehinna khayratun hisanun
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (70)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧١﴾
55/Ar-Rahman-71: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (71)
حُورٌ مَّقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ ﴿٧٢﴾
55/Ar-Rahman-72: Hoorun maqsooratun fee alkhiyami
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. (72)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٣﴾
55/Ar-Rahman-73: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (73)
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ ﴿٧٤﴾
55/Ar-Rahman-74: Lam yatmithhunna insun qablahum wala jannun
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (74)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٥﴾
55/Ar-Rahman-75: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (75)
مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ ﴿٧٦﴾
55/Ar-Rahman-76: Muttakieena AAala rafrafin khudrin waAAabqariyyin hisanin
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. (76)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٧﴾
55/Ar-Rahman-77: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (77)
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٧٨﴾
55/Ar-Rahman-78: Tabaraka ismu rabbika thee aljalali waalikrami
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (78)


Keutamaan Surat Ar Rahman :

1. Mengingatkan Kepada Diri bahwa Allah SWT Memiliki Sifat Maha Pengasih
Sebagaimana salah satu sifat Allah SWT dalam asmaul husna, bahwa Allah SWT memiliki sifat Ar Rahman atau Maha Pengasih. Allah SWT senantiasa mengurusi dan mencukupi kebutuhan seluruh makhluknya di alam semesta ini tanpa satu pun yang terlewat.
Allah SWT tidak pernah pandang bulu terhadap seluruh makhluk-Nya dalam hal rezeki. Allah telah menetapkan pada masa sebelum bumi dan alam semesta diciptakan tentang rezeki masing-masing makhluk-Nya. Termasuk manusia, baik dia Muslim maupun kafir.

2. Mengingatkan kepada Kita atas Seluruh Nikmat-Nya yang Telah dan Akan Diberikan
Dalam Surat Ar Rahman terdapat pembahasan tentang berbagai macam nikmat yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya, khususnya nikmat yang diberikan-Nya kepada golongan jin dan manusia. Gambaran kenikmatan yang diberikan-Nya berupa rezeki yang kita nikmati di dunia sekarang ini dan kelak di akhirat bagi siapa saja yang mendapatkan kenikmatan surga.

3. Mengingatkan kepada Kita Agar Tidak Kufur Nikmat
Jika memperhatikan isi dan kandungan dalam Surat Ar Rahman, maka kita menemui di dalamnya terdapat sekitar 40% ayat dengan bunyi dan makna yang sama. Ayat ini merupakan sebuah isyarat kepada makhluk-Nya berupa golongan jin dan manusia.
Isyarat ini dikhususkan bagi kedua makhluk-Nya yang memiliki tabiat lupa akan segala nikmat yang telah Allah berikan. Bahwa jin dan manusia dikenal jarang bahkan tidak pernah bersyukur atas setiap nikmat-Nya.
Walau demikian, atas sifat Maha Pengasih yang Allah SWT miliki, Dia tetap saja memberikan seluruh nikmat yang telah dijanjikannya kepada setiap makhluk-Nya di dunia.

4. Allah Ridha pada Nikmat yang Diberikan-Nya
Siapapun yang merutinkan dalam membaca Surat Ar Rahman, maka Allah SWT akan menyayanginya atas segala kelemahannya. Juga akan Allah SWT ridhai segala kenikmatan yang Dia berikan.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Surat Ar Rahman, Allah SWT akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

5. Memberi Motivasi untuk Terus Semangat Beribadah Kepada-Nya
Allah telah beritahukan di dalam Surat Ar Rahman tentang berbagai kenikmatan dan kebaikan yang akan didapat bagi siapapun yang memiliki semangat untuk terus beribadah kepada-Nya.
Kelak di akhirat, mereka yang memiliki semangat untuk terus beribadah akan mendapat balasan surga yang kenikmatannya tidak pernah habis. Kekal selama-lamanya.

Bacaan Surat Yasin Latin Arab dan Artinya

Surat Yasin merupakan salah satu surat yang ada didalam alquran nur karim, surat yasin ini terdiri dari 83 ayat dimana surat ini diturunkan di Mekkah sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah sehingga termasuk ke dalam surat makiyyah. dalam surat ini banyak dijelaskan tentang akidah dan keimanan seorang muslim. bagi seorang muslim yang senantiasa membacanya untuk mendapatkan ridha Allah niscaya akan diberikan ampunan.

Rasulullah SAW bersabda,
"Barang siapa membaca surat Yasin setiap malam karena Allah SWT, maka dosanya diampuni". (HR Ahmad).


Bukan hanya akan diampuni dosa-dosanya, allah juga menjajanjikan bagi seorang muslim yang rajin membaca surat yasin akan dipermudah dan diberi kelancaran segala urusannya dalam menyelesaikan permasalahan yang sulit. selain itu surat yasin juga bisa mempermudah keluarnya roh seseorang yang sedang sakaratul maut dan jika dibacakan untuk orang yang sudah meninggal dunia maka dia akan mengundang rahmat dari Allah dan berkah dari-Nya.


Keutamaan-keutamaan surat Yasin yang lainnya antara lain:
1. Sesungguhnya Allah SWT membaca surat Taha dan surat Yasin sebelum menciptakan Nabi Adam 2000 tahun. Ketika itu, para malaikat mendengarkan Alquran dan para malaikat berkata alangkah bahagianya suatu umat yang diturunkan kepada mereka surat ini.

2. Apabila seseorang datang untuk berziarah kemudian membaca surat Yasin, maka seseorang yang telah meninggal tersebut akan diringankan azabnya. Orang yang membaca surat Yasin akan mendapatkan pahala.

3. Surat Yasin adalah jantung Alquran, apabila seseorang membaca surat Yasin maka Allah akan memberikan pahala kepadanya seperti mengkhatamkan Alquran sepuluh kali.

4. Jika seseorang membaca surat Yasin dengan tujuan mendapatkan pahala dari Allah SWT maka dia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Membaca surat Yasin pada tengah hari, maka semua hajatnya akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Bagaimana / banyak bukan manfat serta keutaman-keutamaan yang diperoleh jika kita membaca surat yasin secara rutin ? nah, jika anda ingin membaca surat ini, namun belum terlalu lancar dalam membaca huruf arabnya, jangan khawatir. karena admin sudah menyiapkan Bacaan Surat Yasin baik Latin, Arab disertai dengan artinya yang bisa langsung anda baca dibawah ini :

Surat Yasin



Bismillahirrohmaanirrohiim

1. 
يس ﴿١﴾


- Yaa Siiin
- Yaa siiin

2. 
وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ

- Wal Qur’ aanil hakiim
- Demi Al Qur’an yg penuh hikmah

3. 
إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ

- Innaka laminalmursaliin
- Sesungguhnya kamu salah seorang dari Rosul-rosul

4. 
عَلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

- ‘Alaa shiroothimmustaqiim
- (yang berada) di atas jalan yang lurus

5. 
تَنزِيلَ الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ

- Tangziilal ‘aziizir rohiim
- (sebagai wahyu) yg diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Penyayang

6. 
لِتُنذِرَ قَوْمًا مَّا أُنذِرَ آبَاؤُهُمْ فَهُمْ غَافِلُونَ

- Li tundziro qoumam ma undziro aabaauhum fahum ghoofiluun
- agar kmu memberi peringatan kepada kaum yang bapak bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

7. 
لَقَدْ حَقَّ الْقَوْلُ عَلَىٰ أَكْثَرِهِمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

- Laqod haqqol qoulu ‘alaa aktsarihim fahum laa yu’minuun
- Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, karna mereka tidak beriman.

8. 
إِنَّا جَعَلْنَا فِي أَعْنَاقِهِمْ أَغْلَالًا فَهِيَ إِلَى الْأَذْقَانِ فَهُم مُّقْمَحُونَ

- Inna Ja ’alnaa fii a’naaqihim aghlaalan fahiya ilal adzqooni fahumm muqmahuun
- Ssungguhnya Kami tlah memasang belenggu di leher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tengadah.

Surat Yasin Ayat 9

9. 
وَجَعَلْنَا مِن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَأَغْشَيْنَاهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

- Wa ja ‘alna min baini aidiihim saddaw wa min khaolfihim saddan fa aghsyainaahum fahum la yubshiruun
- Dan Kami adakan di hadapan mreka dinding dan di blakang dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mreka shingga mreka tidak dapat melihat.

10. 
وَسَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

- Wa sawaa un ‘alaihim a andzartahum amlam tundzirhum laa yu’minuun
- Sama saja bagi mreka apakah kmu memberi peringatan kepada mereka ataukah kmu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

11. 
 إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَـٰنَ بِالْغَيْبِ  ۖ  فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

Innama tundziru manittaba adz dzikra wa khosyiyarrohmaana bil ghoibi fabassyirhu bi magfirotin wa ajrin kariim
Ssungguhnya kmu hanya memberi peringatan kepada orang orang yg mau mengikuti peringatan dan yg takut kpada Tuhan Yg Maha Pemurah walaupun dia tidak melihat nya. Maka beri lah mreka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yg mulia.

12. 
 إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ۚ وَكُلَّ شَيْءٍ أَحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُّبِينٍ

Innaa nahnu nuhyil mautaa wanaktubu maa qoddamuu wa aatsaarohum, wa kulla syai in ahsoinaahu fii imaamim mubiin
Ssungguhnya Kami mnghidupkan orang orang mati dan Kami menuliskan apa yg telah mereka kerjakan dan bekas bekas yg mreka tinggalkan. Dan sgala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yg nyata (Lauh Mahfuzh).

13. 
 وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلًا أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءَهَا الْمُرْسَلُونَ

-  Wadrib lahum matsalan ash haabal qoryati idz jaaa ahal mursaluun
Dan buatlah bagi mreka suatu per umpamaan, yaitu penduduk suatu negeri (negara)  ketika utusan utusan datang kpada mereka;

14. 
إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

Idz arsalnaa ilaihimutsnaini fa kadzabuuhumaa fa ‘azzaznaa bi tsaalitsin faqooluu innaa ilaikum mursaluun
(yaitu) ktika Kami mengutus kpada mreka dua orang utusan, lalu mreka mendustakan keduanya, kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yg ketiga, maka ketiga utusan itu berkata:” Ssungguhnya kami adalah orang orang yang diutus kepadamu “.

15. 
قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمَـٰنُ مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَكْذِبُونَ

Qooluu ma antum illaa basyarum mitslunaa wa maa andzalar rohmaanu min syai in in antum illaa takdzibuun
Merreka mnjawab: ”Kammu tidak lain hanyalah manusia sperti kami dan Allah Yg Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka “.

16. 
قَالُوا رَبُّنَا يَعْلَمُ إِنَّا إِلَيْكُمْ لَمُرْسَلُونَ

Qooluu robbunaa ya’lamu innaaa ilaikum lamursaluun
Merreka brkata: ”Tuhan kammi mngetahui bahwa ssungguhnya kami adalah orang yg diutus kepada kamu.

17. 
وَمَا عَلَيْنَا إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

Wa maa ‘alaina illal balaqhul mubiin
Dan kewajiban kmi tidak lain hanyalah mnyampaikan (perintah Allah) dengan jelas “.

18. 
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ  ۖ  لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

Qooluuu innaa tathoyyarnaa bikum, la illam tantahuu lanarjumannakum walayamassannakum minnaa ‘adzaabun aliim
Mreka men jawab: ”Ssungguhnya kami ber nasib malang karena kmu, ssungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yg pedih dari kami “.

19. 
قَالُوا طَائِرُكُم مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

Qooluu thooo ’irukum ma ’akum, a in dzukkirtum, bal antum qoumum musrifuun
Utusan utusan itu berkata: ”Kemalangan kamu itu adalah karena kmu sendiri. Apakah jika kmu diberi peringatan (kamu bernasib malang) ? Sbenarnya kmu adalah kaum yg melampaui batas “.

20. 
وَجَاءَ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ رَجُلٌ يَسْعَىٰ قَالَ يَا قَوْمِ اتَّبِعُوا الْمُرْسَلِينَ

Wa jaa a min aqshol madiinati rojuluy yas ‘aa qoola yaa qaumit tabi’ul mursaliin
Dan datanglah dri ujung kota, seorang laki laki dengan bergegas gegas ia berkata:” Wahai kaumku, ikutilah utussan utusan itu. 



21. 
اتَّبِعُوا مَن لَّا يَسْأَلُكُمْ أَجْرًا وَهُم مُّهْتَدُونَ

Ittabi ’uu man laa yas alukum ajrow wa hum muhtaduun
ikutilah orrang yg tiada minta balasan kepadamu, dan mreka adalah orang orang yg mendapat petunjuk.

22. 
وَمَا لِيَ لَا أَعْبُدُ الَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Wa maa liya laa a ’budulladzii fathoronii wa ilaihi turja’uun
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yg telah menciptakan dan yg hanya kepada-Nya kamu (semua) akan dikembalikan ?

23. 
أَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِ آلِهَةً إِن يُرِدْنِ الرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا وَلَا يُنقِذُونِ

A attakhidzu min duunihii aalihatan in yuridnirrohmaanu bidurril laa tughnii ‘annii syafaa‘atuhum syai aw wa laa yunqidzun
Mngapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yg Maha Pemurah menghendaki kemadhorotan terhadapku, niscaya syafaat mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat menyelamatkanku ?

24. 
إِنِّي إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Innii idzal lafii dlolaalim mubiin
Ssungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yg nyata.

25. 
إِنِّي آمَنتُ بِرَبِّكُمْ فَاسْمَعُونِ

Innii aamantu birobbikum fasma’uun
Ssungguhnya aku telah beriman kpada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

26. 
قِيلَ ادْخُلِ الْجَنَّةَ  ۖ  قَالَ يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

Qiilad khulil jannata, qoola yaa laita qoumii ya’lamuun
Dikatakan (kpadanya): “Masuklah ke syurga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kaum ku mengetahui,

27. 
بِمَا غَفَرَ لِي رَبِّي وَجَعَلَنِي مِنَ الْمُكْرَمِينَ

Bimaa ghofarolii robbii wa ja ‘alnii minal mukromiin
apa yg menyebabkan Tuhanku mmberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang orang yang dimuliakan”.

28. 
وَمَا أَنزَلْنَا عَلَىٰ قَوْمِهِ مِن بَعْدِهِ مِن جُندٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَمَا كُنَّا مُنزِلِينَ

Wa maa andzalnaa ‘alaa qoumihii min ba ’dihii min jundim minas samaaa-i wa maa kunnaa munziliin
Dan Kmi tidak menurunkan kpada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukan pun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

29. 
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ خَامِدُونَ

In kaanat illaa shoihataw waahidatan faidzaa hum khoomiduun
Tidak ada siksaan atas mreka melainkan satu teriakan saja, maka tiba tiba mreka semuanya mati.

30. 
يَا حَسْرَةً عَلَى الْعِبَادِ ۚ مَا يَأْتِيهِم مِّن رَّسُولٍ إِلَّا كَانُوا بِهِ يَسْتَهْزِئُونَ

Yaa hasrotan ‘alal 'ibaadi ma ya’tiihim mir rosuulin illa kaanuu bihii yastahzi uun
Alangkah besarnya penyesalan trhadap hamba hamba itu, tiada datang seorang rosul pun kepada mreka melainkan mreka selalu memperolok olokkannya.

  
31. 
أَلَمْ يَرَوْا كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ الْقُرُونِ أَنَّهُمْ إِلَيْهِمْ لَا يَرْجِعُونَ

Alam yarou kam ahlaknaa qoblahumminal quruuni annahum ilaihim la yarji ’uun
Tidakkah mreka mengetahui brapa banyak nya umat umat sebelum mereka yg telah Kami binasakan, bahwasanya orang orang (yg telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

32. 
وَإِن كُلٌّ لَّمَّا جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

Wa in kullul lammaa jamii ’ul ladainaa mukhdloruun
Dan stiap mereka smuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

33. 
وَآيَةٌ لَّهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ

Wa aayatul lahumul ardlul maitatu, ahyainaahaa wa akhrojnaa minhaa habban faminhu ya ’kuluun
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mreka adalah bumi yg mati. Kammi hidupkan bumi itu dan Kami keluar kan dari padanya biji bijian, maka ddari padanya mreka makan.

34. 
وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِّن نَّخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ

Waja ‘alna fiiha jannaatim min nakhiilin wa a ’naabin wa fajjarnaa fiihaa minal ’uyuun
Dan Kammi jadikan padanya kebun kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air

35. 
لِيَأْكُلُوا مِن ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ  ۖ  أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Liya kuluu min tsamarihii wa maa ‘amilathu aidiihim afala yaskuruun
supaya mreka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yg diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

Surat Yasin Ayat 36

36. 
سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Subbhaanal ladzii kholaqol azwaaja kullahaa mimmaa tunbitul ardlu wa min anfusihim wa mimmaa laa ya’lamuun
Maha Suci Tuhan yg tlah mmenciptakan pasangan pasangan smuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yg tidak mereka ketahui.

37. 
وَآيَةٌ لَّهُمُ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

Wa aayatullahumul lailu naslakhu minhun nahaaro faidzaa hum mudhlimuun
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yg besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mreka brada dalam kegelapan,

38. 
وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ۚ ذَ‌ٰلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ 

Wassyamsu tajrii limustaqorril lahaa dzaalika taqdiirul aziizil ‘aliim
dan matahari berjalan ditempat perredarannya. Demikian ketetapan Yg Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

39. 
وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّىٰ عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

Walqomara qoddarnaahu manaazila hatta ‘aada kal ’urjunil qodiim
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manziilah manziilah, shingga (stelah dia sampai ke manzilah yg terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yg tua.

40. 
لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ ۚ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

Lassyamsu yanbaghii lahaa an tudrikal qomara wa lallailu saabiqunnahaari wa kullun fii falakin yasbahuun
Tidaklah mungkin bagi matahari mndapatkan bulan dan malam pun tidak dapat menndahului siang. Dan masing masing beredar pada garis edarnya..


41. 
وَآيَةٌ لَّهُمْ أَنَّا حَمَلْنَا ذُرِّيَّتَهُمْ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ

Wa aayatullahum annaa hamalnaa dzurriyyatahum fil fulkil masyhuun
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yg besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mreka dalam bahtera yg penuh muatan,

42. 
وَخَلَقْنَا لَهُم مِّن مِّثْلِهِ مَا يَرْكَبُونَ

Wa kholaqnaa lahummim mitslihii maa yarkabuun
dan Kami ciptakan untuk merreka yg akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

43. 
وَإِن نَّشَأْ نُغْرِقْهُمْ فَلَا صَرِيخَ لَهُمْ وَلَا هُمْ يُنقَذُونَ

Wa in nasya’ nugriqhum falaa shoriikho lahum wa laa hum yunqodzuun
Dan jika Kami mnghendaki niscaya Kami tenggelamkan mreka, maka tiadalah bagi mreka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

44. 
إِلَّا رَحْمَةً مِّنَّا وَمَتَاعًا إِلَىٰ حِينٍ

Illa rohmatam minna wa mataa ’an ilaahiin
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yg besar dari Kami dan untuk mmberikan kesenangan hidup sampai kpada suatu ketika.

45. 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّقُوا مَا بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَمَا خَلْفَكُمْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Wa idzaa qiilla lahumut taqu maa baina aidiikum wa maa kholfakum la ’alakum turhamuun
Dan apabila dikatakaan kpada merreka: Takutlah kmu akan siksa yg dihadapanmu dan siksa yg akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

46. 
وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ آيَةٍ مِّنْ آيَاتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُوا عَنْهَا مُعْرِضِينَ

Wa maa ta tiihim min ayatim min aayaati robbihim illaa kaanuu ‘anhaa mu’ridliin
Dan sekali kali tiada datang kpada mreka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mreka slalu berpaling daripadanya.

47. 
وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَن لَّوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

Wa idza qiila lahum anfiquu mimmaa rozaqokumulloohu, qoolalladziina kafaruu lilladzina aamanuu, anuth’imu mal lau yasaa ullahu ath ’amahuu, in an tum illaa fii dlolaalim mubiin
Dan apabila dikatakan kpada merreka: Naffkahkan lah sebahagian dari rezeki yg diberikan Allah kepadamu”, maka orang orang yg kafir itu berkata kpada orang orang yg beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang orang yg jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kmu melainkan dalam kesesatan yg nyata”.

48. 
وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَـٰذَا الْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

Wa yaquluuna mataa haadzal wa’ du in kuntum shoodiqiin
Dan mreka brkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang orang yg benar ?”

49. 
مَا يَنظُرُونَ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُونَ

Maa yandhuruuna illaa shoihataw waahidatan ta ’khuzuhum wahum yakhishimuun
Mreka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yg akan membinasakan mereka ketika mreka sedang bertengkar.

50. 
فَلَا يَسْتَطِيعُونَ تَوْصِيَةً وَلَا إِلَىٰ أَهْلِهِمْ يَرْجِعُونَ

Falaa yastathi ’uuna taushiyatan wa laaa ilaa ahlihim yarji’uun
Lalu mreka tidak kuasa mmbuat suatu wasiat pun dan tidak (pula) dapat kmbali kpada keluarganya.

Surat Yasin Ayat 51

51. 
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ الْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

Wa nufikho fishuuri fa idzaa hum minal ajdaasi ilaa robbihim yansiluun
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba tiba mreka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kpada Tuhan mereka.

52. 
قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَن بَعَثَنَا مِن مَّرْقَدِنَا  ۜ ۗ  هَـٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَـٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ

Qooluu yaa wailanaa man ba ’atsanaa min marqodinaa, haadza maa wa ’adarrohmaanu wa shadaqol mursaluun
Merreka berkata: 'Aduhai celakalah kami ? Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat tidur kami (kubur) ?' Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul (Nya).

53. 
إِن كَانَتْ إِلَّا صَيْحَةً وَاحِدَةً فَإِذَا هُمْ جَمِيعٌ لَّدَيْنَا مُحْضَرُونَ

In kaanat illaa soihatawwaahidatan fa idzaahum jamii’ul ladaina muhdloruun
Tidak adalah terriakan itu selain skali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

54. 
فَالْيَوْمَ لَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَلَا تُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Falyauma laa tudzlamu nafsun syai aw wa laa tujzauna illaa maa kuntum ta’ maluun
Maka pada hari itu sesseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

55. 
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ

Inna ash haabal jannatil yauma fii syugulin faakihuun
Ssungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang senang dalam kesibukan (mereka).

56. 
هُمْ وَأَزْوَاجُهُمْ فِي ظِلَالٍ عَلَى الْأَرَائِكِ مُتَّكِئُونَ

Hum wa azwaajuhum fii dhilaalin ‘alal aroo iki muttaki uun
Mreka dan istri istri mreka brada dalam tmpat yg teduh, bertelekan di atas dipan dipan.

57. 
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ

Lahum fiihaa faakihatuw wa lahum maa yadda ’uun
Di surga itu mreka memperoleh buah buahan dan memperoleh apa yg mereka minta.

Surat Yasin Ayat 58

58. 
سَلَامٌ قَوْلًا مِّن رَّبٍّ رَّحِيمٍ

Salaamun qoulam mir robbir rohiim
(Kpada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan slamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

59. 
وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ

Wamtaazul yauma ayyuhal mujrimuuun
Dan (dikatakan kpada orang orang kafir): 'Brpisahlah kamu (dari orang orang mukmin) pada hari ini, hai orang orang yg berbuat jahat.'

60. 
أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَا بَنِي آدَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطَانَ  ۖ  إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Alam a’ had ilaikum yaa banii aadama allaa ta’budusysyaithoona, innahuu lakum ‘aduwwum mubiin
Bukankah Aku telah memerintahkan kpadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak mnyembah setan ? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”


61. 
وَأَنِ اعْبُدُونِي ۚ هَـٰذَا صِرَاطٌ مُّسْتَقِيمٌ

Wa ani’ buudunii, haadzaa shiroothum mustaqiim
Dan hendaklah kammu menyembah Ku. Inilah jalan yg luurus.

62. 
وَلَقَدْ أَضَلَّ مِنكُمْ جِبِلًّا كَثِيرًا  ۖ  أَفَلَمْ تَكُونُوا تَعْقِلُونَ

Wa laqd adlolla minkum jibilan katsiron, afalam takuunuu ta ’qiluun
Sesungguhnya syaithan itu telah menyesatkan sebagian besar di antaramu. Maka apakah kaamu tidak memikirkan?

Surat Yasin Ayat 63

63. 
هَـٰذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Haadzihii jahannamul lati kuntum tuu ’aduun
Inilah Jahannam yg dahulu kamu di ancam (dengannya).

64. 
اصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Islauhal yauma bimaa kuntum takfuruuun
Masuklah ke dlamnya pada hari ini di sebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Surat Yasin Ayat 65

65. 
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Alyauma nakhtimu ‘alaa afwaahihim wa tukallimunaaa aidiihim wa tasyhadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun
Pada hari ini Kami tutup mulut mreka, dan berkatalah kepada Kami tangan mreka dan mmberi kesaksianlah kaki mreka terhadap apa yg dahulu mreka usahakan.

66. 
وَلَوْ نَشَاءُ لَطَمَسْنَا عَلَىٰ أَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَاطَ فَأَنَّىٰ يُبْصِرُونَ

Walau nasyaaa u lathomasnaa ‘alaa a’ yunihim fastabaqush-shiroota fa annaa yubshiruun
Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka, lalu mereka berlomba-lomba (mncari) jalan. Maka betapakah mereka dapat melihat (nya).

67. 
وَلَوْ نَشَاءُ لَمَسَخْنَاهُمْ عَلَىٰ مَكَانَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوا مُضِيًّا وَلَا يَرْجِعُونَ

Walau nasyaaa u lamasakhnaahum ‘alaa makaanatihim famastathoo’uu muddiyyaw walaa yarji’uun
Dan jikalau Kami mnghendaki pastilah Kami rubah mereka di tempat mereka berada, maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

68. 
وَمَن نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ  ۖ  أَفَلَا يَعْقِلُونَ

Wa man nu ’ammirhu nunakkishu filkholqi afala ya’qiluun
Dan barangsiapa yg Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kpada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan ?

69. 
وَمَا عَلَّمْنَاهُ الشِّعْرَ وَمَا يَنبَغِي لَهُ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ وَقُرْآنٌ مُّبِينٌ

Wa maa ‘allamnahussyi ’ro wa maa yanbaghi lahu, in huwa illa dzikruw wa Qur’aanum mubiin
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan ber syair itu tidaklah layak baginya. Al Qur’an itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yg memberi penerangan,

70. 
لِيُنْذِرَ مَن كَانَ حَيًّا وَيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَى الْكَافِرِينَ

Liyundziro man kaana hayyaw wa yahiqqol qoulu ‘alal kaafiriin
supaya dia (Muhammad) mmberi pringatan kpada orang orang yg hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) trhadap orang orang kafir.


71. 
أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّا خَلَقْنَا لَهُم مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا أَنْعَامًا فَهُمْ لَهَا مَالِكُونَ

Awalam yarou annaa kholaqnaa lahum mimmaa ‘amilat aidiinaa an ’aaman fahum lahaa maalikuun
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yg telah Kami ciptakan dengan kkuasaan Kami sndiri, lalu mreka menguasainya ?

72. 
وَذَلَّلْنَاهَا لَهُمْ فَمِنْهَا رَكُوبُهُمْ وَمِنْهَا يَأْكُلُونَ

Wadzollalnaaha lahum faminhaa rokuubuhum wa minha ya kuluun
Dan Kami tundukkkan binatang binatang itu untuk mereka, maka sebahagiannya mnjadi tunggangan mreka dan sebahagiannya mereka makan.

73. 
وَلَهُمْ فِيهَا مَنَافِعُ وَمَشَارِبُ ۖ أَفَلَا يَشْكُرُونَ

Walahum fiihaa manaafi ’u wa masyaaribu afala yasykuruun
Dan mreka mmperoleh padanya manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur ?

74. 
وَاتَّخَذُوا مِن دُونِ اللَّهِ آلِهَةً لَّعَلَّهُمْ يُنصَرُونَ

Wattakhodzuu min duunillaahi aalihatal la ’allahum yunsoruun
Mereka mngambil sembahan sembahan slain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

75. 
لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَهُمْ وَهُمْ لَهُمْ جُندٌ مُّحْضَرُونَ

Laa yastathii ’uuna nasrohum wahum lahum jundum muhdloruun
Berhala berhala itu tiada dapat mnolong mereka, padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yg disiapkan untuk mnjaga mereka.

76. 
فَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ

Falaa yakhzunka qouluhum innaa na’lamu maa yusirruuna wa maa yu’linuun
Maka janganlah ucapan mereka mnyedihkan kamu. Ssungguhnya Kami mengetahui apa yg mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

77. 
أَوَلَمْ يَرَ الْإِنسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

Awalamm yarol insaanu annaa kholaqnaahu min nuthfatin fa idzaa huwa khosiimum mubiin
Dan apakah manusiaa tidak memperhatikan bahwa Kami mnciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata.

78. 
وَضَرَبَ لَنَا مَثَلًا وَنَسِيَ خَلْقَهُ  ۖ  قَالَ مَن يُحْيِي الْعِظَامَ وَهِيَ رَمِيمٌ

Wa dloraba lanaa matsalaw wanasiya kholqohu, qoola may yuhyil ‘idhooma wa hiya romiim
Dan dia mmbuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannnya, ia berkata: 'Siapakah yg dapat mnghidupkan tulang belulang, yg telah hancur luluh ?'

79. 
قُلْ يُحْيِيهَا الَّذِي أَنشَأَهَا أَوَّلَ مَرَّةٍ  ۖ  وَهُوَ بِكُلِّ خَلْقٍ عَلِيمٌ

Qul yuhyiihal ladzii ansyaaa-ahaaa awwala marrotiw wa huwa bikulli kholqin ‘aliim
Katakanlah: 'Ia akan dihiidupkan oleh Tuhan yg menciptakannya kali yg pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,

80. 
الَّذِي جَعَلَ لَكُم مِّنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنتُم مِنْهُ تُوقِدُونَ

Alladzii ja’ala lakum minasy syajaril-akhdlori naaron fa idzaa antum minhu tuuqiduun
Yaitu Tuhan yg mnjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu.”

81. 
أَوَلَيْسَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِقَادِرٍ عَلَىٰ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُم ۚ بَلَىٰ وَهُوَ الْخَلَّاقُ الْعَلِيمُ

Awalaisal ladzii kholaqos samaawaati wal-ardlo biqoodirin ‘alaa ayyakhluqo mitslahum balaa wahuwal khollaqul ‘alim
Dan tidakkah Tuhan yg mnciptakan langit dan bumi itu brkuasa menciptakan yg serupa dngan itu ? Benaar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Surat Yasin Ayat 82

82. 
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَن يَقُولَ لَهُ كُن فَيَكُونُ

Innamaaa amruhuu idzaa arooda syai-an ayyayaquula lahuu kun fa yakun
Ssungguhnya keadaan-Nya apabila Dia mnghendaki sesuatu hanyalah brkata kepadanya: “Jadilah!” Maka trjadilah ia.

83. 
فَسُبْحَانَ الَّذِي بِيَدِهِ مَلَكُوتُ كُلِّ شَيْءٍ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Fasubhaanallladzii biyadihii malakuutu kulli syai’in wa ilaihi turja’uun
Maka Maha Suci (Allah) yg di tangan-Nya kekuasaan atas sgala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dkembalikan