Sabtu, 02 September 2017

Bacaan Surat Ar-Rahman dan Artinya

Surat Ar-Rahman dan Artinya disertai dengan terjemahan bahasa indonesia bisa anda baca disini. surat ar rahman yang berarti Yang Maha Pemurah adalah salah surat yang ada di dalam alquran yang terdiri dari 78 ayat urutan ke 55. seperti surat yasin, surat ar rahman termasuk ke dalam surat makkiyah. di dalam surat ini banyak berisi tentang kepemurahan Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu dengan memberikan nikmat-nikmat yang tidak terhingga baik di dunia maupun di akhirat nanti.

Jika kita cermati lebih dalam lagi isi beserta kandungan yang ada pada surat ar rahman, maka kita akan menemukan sekitar 40% lebih ayat yang sama. dimana ayat tersebut merupakan sebuah sindirian kepada jin dan manusia yang sedikit bahkan tidak sama sekali bersyukur kepada Dzat Yang Menciptakan mereka semua. Akan tetapi dengan sifat-Nya Yang Maha Pengasih, Allah tetap memberi nikmat (di dunia) tersebut kepada kita semua. ada banyak manfaat dan keutamaan jika kita membaca surat ini secara rutin. apa saja keutamaan surat ar rahman ? dan apa saja manfaat dari membaca surat ini ?

Manfaat Membaca Surat Ar Rahman :

  • Mengingatkan diri kita kepada sifat Ar-Rahman milik Allah, yaitu Maha Pengasih. Allah senantiasa mengurus kebutuhan makhluk-makhluk yang walaupun mereka seringkali lupa kepada-Nya.
  • Memberi tahu serta mengingatkan bahwa selain kita, terdapat makhluk Allah lainnya yang juga diberikan kewajiban untuk beribadah kepada Allah, yaitu golongan jin.
  • Memberikan motivasi berharga kepada kita agar supaya terus bersemangat beribadah kepada Allah, karena balasan bagi orang yang berbuat kebaikan tidak lain hanyalah kebaikan pula, yakni surga yang penuh dengan kenikmatan.
  • Mengingatkan kepada kita agar tidak kufur nikmat. Yaitu melupakan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah, bahkan cenderung merasa apa yang ia dapat sekarang hanyalah hasil dari usahanya sendiri. Dan inilah sepertinya pesan yang paling ditekankan dalam surat Ar-Rahman.


Setelah kita sedikit mengerti tentang isi, kandungan dan manfaat yang kita dapat dari membaca surat ar rahman. langsung saja kita baca surat ar rahman yang ada dibawah ini yang sudah admin lengkapi deengan arti dan terjemahan bahasa indonesianya :



Bismillāhir rahmānir rahīm

الرَّحْمَنُ ﴿١﴾
55/Ar-Rahman-1: Alrrahmanu
(Tuhan) Yang Maha Pemurah, (1)
عَلَّمَ الْقُرْآنَ ﴿٢﴾
55/Ar-Rahman-2: AAallama alqurana
Yang telah mengajarkan al Quran. (2)
خَلَقَ الْإِنسَانَ ﴿٣﴾
55/Ar-Rahman-3: Khalaqa alinsana
Dia menciptakan manusia. (3)
عَلَّمَهُ الْبَيَانَ ﴿٤﴾
55/Ar-Rahman-4: AAallamahu albayana
Mengajarnya pandai berbicara. (4)
الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍ ﴿٥﴾
55/Ar-Rahman-5: Alshshamsu waalqamaru bihusbanin
Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan. (5)
وَالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ ﴿٦﴾
55/Ar-Rahman-6: Waalnnajmu waalshshajaru yasjudani
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya. (6)
وَالسَّمَاء رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيزَانَ ﴿٧﴾
55/Ar-Rahman-7: Waalssamaa rafaAAaha wawadaAAa almeezana
Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan). (7)
أَلَّا تَطْغَوْا فِي الْمِيزَانِ ﴿٨﴾
55/Ar-Rahman-8: Alla tatghaw fee almeezani
Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu. (8)
وَأَقِيمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيزَانَ ﴿٩﴾
55/Ar-Rahman-9: Waaqeemoo alwazna bialqisti wala tukhsiroo almeezana
Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu. (9)
وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ ﴿١٠﴾
55/Ar-Rahman-10: Waalarda wadaAAaha lilanami
Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). (10)
فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ ﴿١١﴾
55/Ar-Rahman-11: Feeha fakihatun waalnnakhlu thatu alakmami
Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. (11)
وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ ﴿١٢﴾
55/Ar-Rahman-12: Waalhabbu thoo alAAasfi waalrrayhani
Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. (12)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٣﴾
55/Ar-Rahman-13: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (13)
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ ﴿١٤﴾
55/Ar-Rahman-14: Khalaqa alinsana min salsalin kaalfakhkhari
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, (14)
وَخَلَقَ الْجَانَّ مِن مَّارِجٍ مِّن نَّارٍ ﴿١٥﴾
55/Ar-Rahman-15: Wakhalaqa aljanna min marijin min narin
dan Dia menciptakan jin dari nyala api. (15)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٦﴾
55/Ar-Rahman-16: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (16)
رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِ ﴿١٧﴾
55/Ar-Rahman-17: Rabbu almashriqayni warabbu almaghribayni
Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya (17)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿١٨﴾
55/Ar-Rahman-18: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (18)
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ ﴿١٩﴾
55/Ar-Rahman-19: Maraja albahrayni yaltaqiyani
Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, (19)
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيَانِ ﴿٢٠﴾
55/Ar-Rahman-20: Baynahuma barzakhun la yabghiyani
antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing. (20)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢١﴾
55/Ar-Rahman-21: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (21)
يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُ ﴿٢٢﴾
55/Ar-Rahman-22: Yakhruju minhuma alluluo waalmarjanu
Dari keduanya keluar mutiara dan marjan. (22)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٣﴾
55/Ar-Rahman-23: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (23)
وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنشَآتُ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ ﴿٢٤﴾
55/Ar-Rahman-24: Walahu aljawari almunshaatu fee albahri kaalaAAlami
Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung. (24)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٥﴾
55/Ar-Rahman-25: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (25)
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ ﴿٢٦﴾
55/Ar-Rahman-26: Kullu man AAalayha fanin
Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (26)
وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٢٧﴾
55/Ar-Rahman-27: Wayabqa wajhu rabbika thoo aljalali waalikrami
Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. (27)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٢٨﴾
55/Ar-Rahman-28: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (28)
يَسْأَلُهُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِي شَأْنٍ ﴿٢٩﴾
55/Ar-Rahman-29: Yasaluhu man fee alssamawati waalardi kulla yawmin huwa fee shanin
Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. (29)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٠﴾
55/Ar-Rahman-30: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Rabb-mu yang manakah yang kamu dustakan? (30)
سَنَفْرُغُ لَكُمْ أَيُّهَا الثَّقَلَانِ ﴿٣١﴾
55/Ar-Rahman-31: Sanafrughu lakum ayyuha alththaqalani
Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin. (31)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٢﴾
55/Ar-Rahman-32: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (32)
يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنِ اسْتَطَعْتُمْ أَن تَنفُذُوا مِنْ أَقْطَارِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ فَانفُذُوا لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلْطَانٍ ﴿٣٣﴾
55/Ar-Rahman-33: Ya maAAshara aljinni waalinsi ini istataAAtum an tanfuthoo min aqtari alssamawati waalardi faonfuthoo la tanfuthoona illa bisultanin
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan. (33)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٤﴾
55/Ar-Rahman-34: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (34)
يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّن نَّارٍ وَنُحَاسٌ فَلَا تَنتَصِرَانِ ﴿٣٥﴾
55/Ar-Rahman-35: Yursalu AAalaykuma shuwathun min narin wanuhasun fala tantasirani
Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (dari padanya). (35)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٦﴾
55/Ar-Rahman-36: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (36)
فَإِذَا انشَقَّتِ السَّمَاء فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِ ﴿٣٧﴾
55/Ar-Rahman-37: Faitha inshaqqati alssamao fakanat wardatan kaalddihani
Maka apabila langit telah terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak. (37)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٣٨﴾
55/Ar-Rahman-38: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (38)
فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْأَلُ عَن ذَنبِهِ إِنسٌ وَلَا جَانٌّ ﴿٣٩﴾
55/Ar-Rahman-39: Fayawmaithin la yusalu AAan thanbihi insun wala jannun
Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya. (39)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٠﴾
55/Ar-Rahman-40: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (40)
يُعْرَفُ الْمُجْرِمُونَ بِسِيمَاهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِي وَالْأَقْدَامِ ﴿٤١﴾
55/Ar-Rahman-41: YuAArafu almujrimoona biseemahum fayukhathu bialnnawasee waalaqdami
Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandannya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka. (41)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٢﴾
55/Ar-Rahman-42: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (42)
هَذِهِ جَهَنَّمُ الَّتِي يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُونَ ﴿٤٣﴾
55/Ar-Rahman-43: Hathihi jahannamu allatee yukaththibu biha almujrimoona
Inilah neraka Jahannam yang didustakan oleh orang-orang berdosa. (43)
يَطُوفُونَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيمٍ آنٍ ﴿٤٤﴾
55/Ar-Rahman-44: Yatoofoona baynaha wabayna hameemin anin
Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air mendidih yang memuncak panasnya. (44)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٥﴾
55/Ar-Rahman-45: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (45)
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾
55/Ar-Rahman-46: Waliman khafa maqama rabbihi jannatani
Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga. (46)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٧﴾
55/Ar-Rahman-47: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?, (47)
ذَوَاتَا أَفْنَانٍ ﴿٤٨﴾
55/Ar-Rahman-48: Thawata afnanin
kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan. (48)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٤٩﴾
55/Ar-Rahman-49: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (49)
فِيهِمَا عَيْنَانِ تَجْرِيَانِ ﴿٥٠﴾
55/Ar-Rahman-50: Feehima AAaynani tajriyani
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir (50)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥١﴾
55/Ar-Rahman-51: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (51)
فِيهِمَا مِن كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجَانِ ﴿٥٢﴾
55/Ar-Rahman-52: Feehima min kulli fakihatin zawjani
Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. (52)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٣﴾
55/Ar-Rahman-53: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (53)
مُتَّكِئِينَ عَلَى فُرُشٍ بَطَائِنُهَا مِنْ إِسْتَبْرَقٍ وَجَنَى الْجَنَّتَيْنِ دَانٍ ﴿٥٤﴾
55/Ar-Rahman-54: Muttakieena AAala furushin batainuha min istabraqin wajana aljannatayni danin
Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutera. Dan buah-buahan di kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat. (54)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٥﴾
55/Ar-Rahman-55: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (55)
فِيهِنَّ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ ﴿٥٦﴾
55/Ar-Rahman-56: Feehinna qasiratu alttarfi lam yatmithhunna insun qablahum wala jannun
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (56)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٧﴾
55/Ar-Rahman-57: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (57)
كَأَنَّهُنَّ الْيَاقُوتُ وَالْمَرْجَانُ ﴿٥٨﴾
55/Ar-Rahman-58: Kaannahunna alyaqootu waalmarjanu
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan. (58)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٥٩﴾
55/Ar-Rahman-59: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (59)
هَلْ جَزَاء الْإِحْسَانِ إِلَّا الْإِحْسَانُ ﴿٦٠﴾
55/Ar-Rahman-60: Hal jazao alihsani illa alihsanu
Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (60)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦١﴾
55/Ar-Rahman-61: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (61)
وَمِن دُونِهِمَا جَنَّتَانِ ﴿٦٢﴾
55/Ar-Rahman-62: Wamin doonihima jannatani
Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi (62)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٣﴾
55/Ar-Rahman-63: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (63)
مُدْهَامَّتَانِ ﴿٦٤﴾
55/Ar-Rahman-64: Mudhammatani
Kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya. (64)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٥﴾
55/Ar-Rahman-65: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (65)
فِيهِمَا عَيْنَانِ نَضَّاخَتَانِ ﴿٦٦﴾
55/Ar-Rahman-66: Feehima AAaynani naddakhatani
Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang memancar. (66)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٧﴾
55/Ar-Rahman-67: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (67)
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ ﴿٦٨﴾
55/Ar-Rahman-68: Feehima fakihatun wanakhlun warummanun
Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. (68)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٦٩﴾
55/Ar-Rahman-69: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (69)
فِيهِنَّ خَيْرَاتٌ حِسَانٌ ﴿٧٠﴾
55/Ar-Rahman-70: Feehinna khayratun hisanun
Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik. (70)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧١﴾
55/Ar-Rahman-71: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (71)
حُورٌ مَّقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ ﴿٧٢﴾
55/Ar-Rahman-72: Hoorun maqsooratun fee alkhiyami
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam rumah. (72)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٣﴾
55/Ar-Rahman-73: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (73)
لَمْ يَطْمِثْهُنَّ إِنسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَانٌّ ﴿٧٤﴾
55/Ar-Rahman-74: Lam yatmithhunna insun qablahum wala jannun
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka), dan tidak pula oleh jin. (74)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٥﴾
55/Ar-Rahman-75: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (75)
مُتَّكِئِينَ عَلَى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍ ﴿٧٦﴾
55/Ar-Rahman-76: Muttakieena AAala rafrafin khudrin waAAabqariyyin hisanin
Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah. (76)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ ﴿٧٧﴾
55/Ar-Rahman-77: Fabiayyi alai rabbikuma tukaththibani
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? (77)
تَبَارَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِي الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ ﴿٧٨﴾
55/Ar-Rahman-78: Tabaraka ismu rabbika thee aljalali waalikrami
Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai Kebesaran dan Karunia. (78)


Keutamaan Surat Ar Rahman :

1. Mengingatkan Kepada Diri bahwa Allah SWT Memiliki Sifat Maha Pengasih
Sebagaimana salah satu sifat Allah SWT dalam asmaul husna, bahwa Allah SWT memiliki sifat Ar Rahman atau Maha Pengasih. Allah SWT senantiasa mengurusi dan mencukupi kebutuhan seluruh makhluknya di alam semesta ini tanpa satu pun yang terlewat.
Allah SWT tidak pernah pandang bulu terhadap seluruh makhluk-Nya dalam hal rezeki. Allah telah menetapkan pada masa sebelum bumi dan alam semesta diciptakan tentang rezeki masing-masing makhluk-Nya. Termasuk manusia, baik dia Muslim maupun kafir.

2. Mengingatkan kepada Kita atas Seluruh Nikmat-Nya yang Telah dan Akan Diberikan
Dalam Surat Ar Rahman terdapat pembahasan tentang berbagai macam nikmat yang Allah berikan kepada setiap makhluk-Nya, khususnya nikmat yang diberikan-Nya kepada golongan jin dan manusia. Gambaran kenikmatan yang diberikan-Nya berupa rezeki yang kita nikmati di dunia sekarang ini dan kelak di akhirat bagi siapa saja yang mendapatkan kenikmatan surga.

3. Mengingatkan kepada Kita Agar Tidak Kufur Nikmat
Jika memperhatikan isi dan kandungan dalam Surat Ar Rahman, maka kita menemui di dalamnya terdapat sekitar 40% ayat dengan bunyi dan makna yang sama. Ayat ini merupakan sebuah isyarat kepada makhluk-Nya berupa golongan jin dan manusia.
Isyarat ini dikhususkan bagi kedua makhluk-Nya yang memiliki tabiat lupa akan segala nikmat yang telah Allah berikan. Bahwa jin dan manusia dikenal jarang bahkan tidak pernah bersyukur atas setiap nikmat-Nya.
Walau demikian, atas sifat Maha Pengasih yang Allah SWT miliki, Dia tetap saja memberikan seluruh nikmat yang telah dijanjikannya kepada setiap makhluk-Nya di dunia.

4. Allah Ridha pada Nikmat yang Diberikan-Nya
Siapapun yang merutinkan dalam membaca Surat Ar Rahman, maka Allah SWT akan menyayanginya atas segala kelemahannya. Juga akan Allah SWT ridhai segala kenikmatan yang Dia berikan.
Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang membaca Surat Ar Rahman, Allah SWT akan menyayangi kelemahannya dan meridhai nikmat yang dikaruniakan padanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5/187).

5. Memberi Motivasi untuk Terus Semangat Beribadah Kepada-Nya
Allah telah beritahukan di dalam Surat Ar Rahman tentang berbagai kenikmatan dan kebaikan yang akan didapat bagi siapapun yang memiliki semangat untuk terus beribadah kepada-Nya.
Kelak di akhirat, mereka yang memiliki semangat untuk terus beribadah akan mendapat balasan surga yang kenikmatannya tidak pernah habis. Kekal selama-lamanya.